Tidak Fasih Bahasa Inggris, Jokowi Jadi Olokan Media Singapura

presiden jokowi

Di masa kampanye pemilihan presiden tahun 2014 lalu, Jokowi sering diolok-olok di media masa dan juga media sosial karena dinilai kurang fasih berbahasa inggris. Namun, kali ini yang mengolok-olok Jokowi adalah media online internasional asal Singapura bernama Mothership.SG. Dalam ulasannya, mereka menilai Jokowi tidak mampu berbicara bahasa inggris, grogi dan terlihat lima kali melihat catatan dalam video Straits Times yang berdurasi hanya satu menit.

Baca:   Presiden Jokowi Masuk 100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia

“Malunya, saya malu jadi orang Indonesia punya Presiden yang tidak bisa bahasa Inggris. Apalagi sekarang pakai diolok oleh orang Singapura. Mereka pasti pikir, bahasa Inggris aja tidak bisa, bagaimana mau pimpin negara 250 juta orang?” ujar pengamat politik dari NCID Jajat Nurjaman, dikutip dari Rimanews, Rabu 5 Agustus 2015.

Jajat mengingatkan, masalah Jokowi yang tidak bisa bahasa Inggris sebenarnya sudah pernah menjadi isu hangat saat masa kampanye pilpres lalu. Kemampuan berbahasa Inggris seorang kepala negara penting untuk menjaga dan meningkatkan wibawa bangsa Indonesia di kancah internasional.

Baca:   Sapi Berkepala Dua diberi Nama Prabowo-Jokowi

“Sayang banyak orang yang masih belum paham hal ini. Kok bisa-bisanya orang yang tidak bisa bahasa Inggris dipilih jadi presiden. Sekarang karena sudah terlanjur, daripada terus buat malu dan menjatuhkan citra bangsa Indonesia di luar negeri, lebih baik Jokowi mundur secara sukarela. Serahkan mandat kepada orang lain yang lebih mampu berbahasa dan lebih mampu kelola negara,” komentar Jajat.

Baca:   Heboh! Guru Paksa Mudridnya Cicipi Daging Babi

Sebelumnya, hari Selasa, 4 Agustus 2015 malam beredar luas di media sosial Indonesia, artikel Mothership.SG dengan judul “Nation-building Straits Times releases unflattering Jokowi video”. Artikel yang ditulis oleh Martino Tan menampilkan video wawancara Jokowi dengan Straits Times yang direkam di Istana Bogor pada akhir Juli lalu.

loading...