Tiffany nyanyi pakai hijab tapi video klipnya tanpa busana

Tiffany Tenanga

Penyanyi cantik Tiffany Kenanga baru saja merilis video terbaru di tahun 2016 ini dengan judul “Jangan Bersedih Lgi”. Dalam video klip terbarunya itu, Tiffany mengenakan kerudung atau hijab. Dalam video klip terbaru itu, Tiffany terlihat cantik dan anggun. Sayangnya, video klip dirinya ini ternoda dengan tampilnya penari yang nyaris telanjang dalm video klip tersebut.

Video klip tersebut menjadi perbincangan ramai di media sosial. Pasalnya, penampilan Tiffany Kenanga yang memakai hijab bertolak belakang dengan video klip diamna dua penari terlihat nyaris tanpa busana. Bahkan, Anggota MUI Pusat, KH Ali Mustafa Yaqub ikut mengomentari video klip tersebut. Menurut Ali Mustafa, sorang pekerja seni harus tetap memperhatikan kaidah-kaidah agama Islam.

Baca:   Untuk Ke 3 Kalinya, Rumah Maia Estianty Kemasukan Ular

“Seni dan estetika tidak bisa membuat sesuatu yang haram lalu menjadi halal. Kalau seperti itu bisa nanti orang berzina juga bisa beralasan, ini ada seninya kok,” tegasnya, dikutip dari Pojoksatu.id. Jadi saya tegaskan seni atau estetika tidak bisa menjadi alasan untuk menghalalkan sesuatu yang sudah jelas haram,” tegas Ali Mustafa. Menurut Ali Mustafa, alasan seni atau estetika tidak bisa menjadi pembenaran untuk menghalalkan yang haram. Menampilkan aurat tidak dibenarkan dalam agama Islam.

Baca:   Pengakuan Mengejutkan Elma Theana, Penah Nikmati Aspat Yang Ternyata Sabu di Padepokan Aa Gatot

“Orang seperti ini dalam sebuah hadis ditegaskan tidak bisa mencium bau surga. Mencium bau surga saja tidak bisa, apalagi yang lebih dari itu,” tambah Ali Mustafa, Selasa (16/2/2016).

Menanggapi kritikan tersebut, sutradara video klip Tiffany Kenanga, Hestu Saputra mengatakan, dia tidak bermaksud menonjolkan sisi pornografi di video klip tersebut. “Saya tidak punya maksud mengeksploitasi sisi pornografi lewat video klip itu. Kalau kemudian terjadi kontroversi, ada yang pro dan ada yang kontra setelah menyaksikan video klip itu saya saya tidak bisa mencegah,” ujar Hestu.

loading...