‘Tinggalkan’ Kalender Hijriah, Arab Saudi Resmi Berlakukan Kalender Masehi

kalender-masehi

Kerajaan Arab Saudi secara resmi memutuskan untuk menggunakan kalender Masehi sejak Rabu 28 September 2016. Hal itu untuk menyesuaikan dengan tahun fiskal negeri tersebut. Penerapan keputusan ini dimulai pada 1 Oktober 2016. Sebagai dampak dari keputusan Dewan Menteri tersebut, jadwal pembayaran gaji, tunjangan, dan pembayaran jenis lain bagi para pegawai negeri akan mengikuti jadwal yang berlaku di kalangan swasta.

Dikutip dari liputan6.com pada Senin (3/10/2016), keputusan ini mengundang reaksi beragam. Muncul kekhawatiran terkait kemampuan jejaring bank untuk menangani penarikan uang tunai pada hari pertama pembayaran gaji. Selain belum pernah dilakukan sebelumnya, tanggal pertama penerapan keputusan bersamaan dengan pembayaran gaji para pegawai swasta.

Baca:   Izin Tinggal Habis, TKI Lebih Banyak Jadi PSK di Arab Saudi Karena Fulus

Turki Fadaak, analis keuangan di Bank Albilad yang dikutip laman sabq.org, mengutarakan keyakinannya tentang keandalan dan kemampuan sistem perbankan untuk menghadapi perubahan ini. Menurut dia, populasi Arab Saudi hanya sekitar 30 juta orang dan tidak sebanding dengan negara-negara lain yang memiliki populasi lebih besar, tapi terbukti tidak mengalami masalah.

Selanjutnya, ia mengatakan kecukupan jumlah ATM di negeri itu, sehingga bisa menanggulangi seandainya terjadi penarikan besar-besaran. Faisal Al-Zahrani, mantan pegawai pemerintah, mengatakan bahwa penyesuaian baru tersebut demi mengikuti anggaran belanja pemerintah. Setelah pembayaran pertama, maka yang berikutnya akan disesuaikan secara otomatis.

Baca:   Tarif Listrik Baru Untuk Daya 1.300 Watt Mulai Berlaku Mei 2015

Naif Al-Rasheed, seorang jurnalis senior di Riyadh, mengatakan kepada Arab News bahwa sistem baru ini dimunculkan dalam konteks program rasionalisasi oleh pemerintah. “Keputusan ini juga dilihat sebagai niat positif untuk kepentingan rakyat,” ujarnya.

Mohammed Zeyad, seorang pelaku kehumasan, mengatakan bahwa pergantian untuk menggunakan kalender Masehi merupakan tanggapan atas keputusan pemerintah pada awal minggu ini untuk memangkas pembelanjaan. Ia menambahkan bahwa beberapa temannya yang bekerja dalam pemerintahan khawatir kehilangan pembayaran selama 11 hari akibat keputusan baru tersebut.

Baca:   5 Miliarder Sukses Yang Tidak Pernah Lulus Kuliah

Kalender Hijriah terdiri dari 12 bulan yang memiliki 29 atau 30 hari, tergantung hilal. Tahun Hijriah terdiri dari 354 hari. Sementara itu, kalender Masehi terdiri dari 12 bulan yang memiliki 30 dan 31 hari dengan total 365 hari dalam 1 tahun. Dikutip dari Deutsche Welle, Kerajaan Arab Saudi menerapkan kalender Hijriah sejak pendiriannya pada 1932.

loading...