Tri Risma Ikut-Ikutan Ahok Galau, Pilih Warga Surabaya atau PDI-P?

Tri Rismaharini

Walikota Surabaya Tri Rismaharini atau Risma mengaku kini saatnya bagi dirinya untuk memutuskan apakah akan mengikuti desakan warga Jakarta untuk maju menjadi calon gubernur atau memilih untuk tetap mengabdi pada warga Kota Surabaya. Pasalnya menurut Risma, masa kepemimpinannya di Surabaya pasca pilkada masih berjalan seumur jagung.

Meski ia dinilai sudah mengalami satu periode dengan kesuksesan yang membanggakan, namun Risma menilai warga Surabaya masih membutuhkannya untuk mengelola Surabaya agar menjadi lebih baik. “Masyarakat Surabaya itu rela enggak, saya maju untuk mencalonkan diri maju di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun depan?” kata Risma beberapa waktu lalu, dikutip dari Pojoksatu.id.

Terang saja, Risma mengembalikan itu kepada warga Surabaya, pasalnya hanya itu yang menjadi tameng Risma untuk menolak maju di Pilgub DKI Jakarta. Risma memang dikenal tidak banyak berambisi pada kekuasaan. Yang ia pikirkan hanya bagaimana mensejahterakan warga Surabaya. Namun ada daya gerakan dan gejolak warga DKI yang belakangan ini menguat mengusung Risma maju melawan Ahok untuk DKI. Ahok dinilai hanya bisa dikalahkan oleh seorang Risma yang merupakan antitesa terhadap kepemimpinan Ahok.

Baca:   Sebut kapasitas wali Kota tapi Jadi Presiden, Ini balasan pedas untuk Yusril

Bahkan kelompok warga yang juga didukung relawan Jokowi itu mendesar agar PDIP segera merekomendasikan Risma menjadi cagub DKI Jakarta. “Memang sih sebelumnya sudah bertemu dengan Bu Mega, dan sudah saya katakan berulangkali kalau masih ingin di Surabaya. Tapi, sampai sekarang belum juga ada jawaban,” kata Risma. Sementara PDIP memastikan siapapun yang ditunjuk DPP PDIP untuk maju dalam Pilkada DKI harus patuh dan loyal terhadap keputusan partai, termasuk Risma.

Baca:   Ahok: Usai Sumber Waras gagal, isu baru reklamasi pulau buat hantam saya

“Kami punya keyakinan siapapun kader yang ditunjuk nanti yang diputuskan ketua umum pasti bersedia,” Wasekjen PDI Perjuangan Eriko Sotarduga. Kali ini bukan cuma Ahok, Risma pun galau memastikan pilihannya ke mana harus berlabuh.