Usai ditembak, Freddy Budiman CS Butuh Setidaknya 15 Menit Baru Mati

eksekusi-mati-terpiada-narkoba

Gembong narkoba Freddy Budiman dan tiga terpiada mati asal Nigeria butuh setidaknya 15 menit setelah ditembak baru mati. Hal itu diungkapkan oleh Pastor Charles Patrick Edward Burrows atau dikenal sebagai Romo Carolus yang ikut menjadi saksi saat para algojo meng-eksekusi mereka. Keempat terpiada mati itu menjalani eksekusi mati di Nusakambangan pada Jumat dini hari 29 Juli 2016.

Pada awalnya, ada 14 terpiada yang akan menjalani eksekusi mati dengan cara ditembak. Namun, hingga waktu eksekusi mati tiba, hanya 4 terpidana yang jadi dieksekusi dan 10 lainnya batal dieksekusi pada hari yang sama. Belum diketahui apa alasan 10 terpidana lainnya batal menjalani eksekusi mati. Romo Carolus yang sudah terbiasa mendampingi para terpidana mati menjelang eksekusi di Nusakambangan mengaku tidak mempunyai kata-kata untuk menggambarkan kondisi terpidana mati.

Baca:   Anggita Sari: Kalau Freddy dan Saya Mau Jujur, Negara Ini Pasti Kaget

“Pertama kali, itu tujuh hingga delapan menit, dan kemudian ada beberapa lainnya itu 15 menit dan mereka masih tidak, tidak berakhir,” katanya, dikutip dari Sindonews, Sabtu (30/7/2016). “Dan kapten harus menunggu dengan pistol dan menembak ke otak,” katanya lagi. Lebih lanjut Romo Carolus mengatakan bahwa dalam menyaksikan eksekusi itu dirinya tidak sendiri. Ada pemuka agama lain juga ikut menyaksikan eksekusi tersebut.

Baca:   Ahok Keluar dari KPK Usai diperiksa 12 Jam dengan 50 Pertanyaan

“Itu adalah pengalaman traumatis,” ujarnya. Menurutnya, para pemuka agama diberi kesempatan untuk berdoa dan berbicara dengan empat terpidana mati menjelang eksekusi.

“Mereka diberi beberapa menit untuk berbicara dengan tahanan atau menghibur mereka,” ujarnya.

“Lalu mereka kembali dan tahanan diikat,” sambung Romo Carolus, seperti dikutip dari abc.net.au, Sabtu (30/7/2016).

“Mereka ditembak cukup cepat setelah itu.” Nama-nama yang kini sudah menjalani eksekusi mati di Nusakambangan adalah Freddy Budiman (warga Indonesia), Michael Titus Igweh, Hamprey Ejike, dan Seck Osmaniā€Ž, yang ke semuanya warga negara Nigeria.

loading...