Vibrator Termahal di Dunia Rp 237 Juta, Seperti Apa Ya Rasanya?

vibrator termahal didunia

Harga vibrator mencapai ratusan juta rupiah? Yang benar saja, masa cuma alat bantu seks saja harganya selangit! Tapi memang faktanya demikian dan sudah ada yang menjualnya. Alat bantu seks atau vibrator yang satu ini tentu memiliki hal yang tidak dimiliki oleh vibrator pada umumnya, makanya harga pun tidak tanggung-tanggung. Penasaran, kan? Baca juga [Vesper, Kalung Serba Guna Yang Bisa digunakan Sebagai Sex Toy]

Ya, kini telah hadir sebuah alat bantu seks berupa vibrator termahal di dunia dengan bahan dan sensasi yang tentunya juga beda. Vibrator tersebut dibuat oleh sebuah perusahaan di Inggris. Alat bantu seks yang istimewa ini diciptakan guna memberikan sensasi tersendiri sekaligus kemewahan bagi para konsumennya dalam melakukan aktivitas seks.

Baca:   Restoran Ini Sajikan Menu dengan Taburan Emas Asli

Lalu, apa istimewanya dari alat bantu seks ini? Menurut laporan yang dikutip dari Glamour, vibrator yang diberi nama Nell Pleasure Seed ini dilapisi oleh emas. Berdasarkan ulasan dari distributor alat bantu seks dan busana dalam Coco de Mer of London, produk yang baru saja diluncurkan ini lebih mengedepankan faktor kenikmatan di samping harganya yang mahal.

Baca:   Loyo di Ranjang? Makan Buah Ini Untuk Meningkatkan Gairah Seks

Nah, berapa sebenarnya harga Nell Pleasure Seed ini? Kabarnya, produk menarik tersebut dibanderol dengan harga 12.000 poundsterling atau sekitar 18.000 dollar AS yang setara dengan Rp 237 juta. Ada beberapa hal yang menyebabkan alat bantu seks ini dinobatkan sebagai yang paling mahal di dunia. Pertama, vibrator ini dilapisi emas 18 karat. Tidak hanya itu, produk ini juga dikemas dalam sebuah kemasan kayu eksklusif yang juga dilapisi emas.

Baca:   Tips Untuk Wanita Yang Ingin Masturbasi

“Nell Pleasure Seed memiliki lima pola vibrasi yang dapat ditemukan dan dinikmati. Setiap pola vibrasi dapat dinikmati dengan alternatif peningkatan intensitas yang menyajikan kesempatan eksperimen kenikmatan dimana tak pernah usai,” tulis pihak Coco de Mer of London. (Kompas)

loading...