Video Investigasi Prostitusi di Uni Emirat Arab Bikin Heboh Dunia

video-investigasi-prostitusi

Uni Emirat Arab adalah salah satu tujuan perempuan dari berbagai negara seperti Sri Lanka, Bangladesh, Indonesia, Ethiopia, Eritrea, Pakistan, dan Filipina untuk mencari nafkah. Hal itu karena di negara mereka tidak tersedia lapangan pekerjaan untuk mereka. Pada umumnya, perempuan dari berbagai negara itu datang ke UEA untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Tapi, tidak semua berjalan sesuai rencana. Banyak perempuan yang menghadapi berbagai kondisi buruk di negara yang penduduknya mayoritas muslim itu.

Misalnya, jam kerja yang berlebihan tanpa upah lembur, dilarang pegang paspor, pembatasan aktivitas di luar, bahkan penyiksaan fisik maupun pelecehan seksual. Banyak juga perempuan yang diperdagangkan di sana berasal dari dari Uzbekistan, Kyrgyzstan, Ukraina, Rusia, Kazakhstan, Armenia, Azerbaijan, Nigeria, Ethiopia, Eritrea, Somalia, Uganda, India, Pakistan, Afghanistan, China, Filipina, Iraq, dan Maroko, dikutip dari Tribunnews.com, Minggu 2 Agustus 2015.

Baca:   Ini Perbandingan Militer Indonesia dan Israel, Manakah Yang Lebih Kuat? Simak Supaya Lebih Tahu

National Geographic Channel pun mengirim reporternya, Mimi Chakarova, ke Dubai, ibukota Uni Emirat Arab. Reporter perempuan itu melakukan investigasi ke klub-klub malam di Dubai. Ia pakai kamera tersembunyi untuk mengambil video aktivitas pelacuran di sana. Namun, lazimnya standar jurnalistik, dia juga mewawancarai terbuka seorang pelacur dan pengamat di negeri berpenduduk mayoritas muslim yang semakin kapitalistik itu.

Baca:   Heboh! Gara-Gara Melon Misterius Seperti habis dikutuk, Polisi Panggil Ulama

Liputan Mimi Chakarova dimulai dengan video suasana pantai yang berisi para perempuan berbikini sekaligus berbusana tertutup. Satu gambaran yang tepat untuk menunjukkan kontradiksi kultural di sana. Mimi Chakarova, perempuan yang sesekali tampil sambil merokok itu juga menunjukkan wawancaranya dengan Sasha, pelacur dari Siberia. Sasha biasanya pergi ke klub malam mulai pukul 23.000, cari mangsa dan pulang pukul 05.00.

Baca:   Model seksi kena serangan jantung lalu tewas usia operasi plastik

Pelacur yang kelak ingin jadi guru itu mendapat uang 500 Dirham atau sekitar Rp 1,8 juta dalam satu jam. Jika kencan semalam (sebetulnya hanya 3 jam), upahnya Rp 3,6 juta. “Saya kira, negeri saya tidak baik untuk pekerjaan, untuk cari uang. Karena itu, saya tidak punya pilihan lain. Tapi ada juga beberapa yang punya pilihan untuk berbisnis (di Dubai) karena mudah cari uang di sini,” kata Sasha.

loading...