Video siswi berjilbab: mesum, pesta miras dan juga melakukan kekerasan fisik

siswi-smp

Dalam beberapa hari belakangan, ada 3 video siswi berhijab yang sedang menjadi perbincangan hangat di sosial media. Ke 3 video tersebut adalah video pesta miras, video mesum dan juga video kekerasan fisik. Video yang terakhir disebutkan diperankan oleh siswi berjilbab dan mulai beredar sejak 6 September 2015 lalu. Dalam video itu, terlihat siswi SMP yang menggunakan jilbab menampar, menendang, menjambak serta memaksa siswi bernama IMS (15) mencium kakinya.

Dalam video itu melibatkan siswi SMP 4 Binjai, Sumatera Utara. Sehari kemudian, yakni 7 September 2015, video yang diperankan siswi SMA berjilbab tak kalah heboh. Di video itu, siswi SMA yang diduga pelajar di Sulawesi Selatan, terlihat merokok bersama teman prianya. Selain merokok, mereka juga pesta miras dan berbuat mesum di rumah kosong, dilansir Pojoksatu.id, Rabu (9/9/2015)

Baca:   Wow! Harga Hadiah Rumah dari Negara Untuk SBY ditaksir Mencapai Rp 300 Miliar!

Pada hari yang sama, video siswi berjilbab sedang pesta minuman keras di dalam angkot juga beredar. Di video itu, terlihat siswi SMA mengenakan jilbab berpesta minuman keras di dalam angkot yang sedang berjalan. Aksi nakal siswi SMA tersebut direkam oleh teman-temannya. Video nakal siswi SMA itu kemudian diunggah oleh akun Cita Citata di situs Youtube. Video berdurasi 1 menit 2 detik itu diberi judul: Lebih Parah Dari Kekerasan SMPN 4 BINJAI “Siswi Pesta Miras Di Angkot.” Selain pesta miras, seorang siswi juga terlihat merokok.

“Wahhh parahhh, klo mau mabuk”kan tolong buka dl jilbab nya, merusak citra ISLAM saja,” tulis JuJu Lisnawati, Selasa (8/9/2015).

Baca:   Kepanasan Dalam Inkubator, Kulit Bayi Melepuh dan Meninggal

“Konyol….kalo ortu u tau bisa nangis darahhhh liat anak kya lu,” timpal Sandy Tyas.

Sementara itu, soal video kekerasan yang melibatkan SMPN 4 Binjai, Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dispenjar) Binjai, Dwi Anang Wibowo berjanji akan memecat semua siswa dan siswi yang menganiaya IMS. “Pihak sekolah masih melakukan penyelidikan apa yang menjadi penyebab penganiayaan itu,” kata Anang.

Semua siswi yang melakukan penganiayaan, yang memvideokan serta yang melihat namun tidak melaporkan ke sekolah maupun guru, kata Anang akan dipecat dari sekolah. “Semuanya akan dipecat. Saat ini, sekolah masih melakukan pemeriksaan terhadap semua siswi tersebut,” kata Anang mengaku mendapat informasi penganiayaan yang direkam dengan handphone dan diunggah ke FB tersebut pada Minggu malam.