Waduh! Pacar Sewaan Lagi Tren di Bogor, Sehari 2 Siswi Hamil

tren-pacar-sewaan

Bisnis pacar sewaan sedang marak di Bogor, khususnya di Desa Cibatok II, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, jawa Barat. Bisnis pacar sewaan ini menggunakan nama Vasha Cipta Mandiri (VCM). Tawaran jasa pacar sewaan pun merambah ke media sosial, khususnya Facebook. Tak sedikit remaja yang penasaran mencoba layanan bertarif Rp 100 ribu per jam hingga berujung pada kasus hamil di luar nikah dan aborsi.

Maraknya bisnis jasa pacar sewaan membuat buah cinta terlarang ikut tumbuh subur. Bahkan di Kampung Kayumanis, Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor Jawa Barat, dalam sehari lima gadis yang masih berstatus pelajar hamil duluan akibat pergaulan bebas.

Berdasarkan pengakuan seorang gadis berinisial TR, ia terpaksa menggugurkan kandungannya yang sudah berusia dua bulan karena takut ketahuan orang tua. Ia mengaku mengenal sang pacar dari aplikasi online jasa sewa pacar. “Awalnya coba-coba, tapi karena pertama kenal langsung nyambung jadi keterusan deh hubungannya,” ungkap TR.

Baca:   PSK Berusia 32 Tahun Ini Laris Manis Saat 'Dipasarkan' Lewat Facebook, Padahal Tarifnya Sebesar Ini

Ia mengaku menggugurkan kandungannya dengan obat yang dibeli di apotek. “Dia minta saya buat gugurin. Nggak tahu nama obatnya,” ujarnya. Tak hanya TR, pengakuan lain juga diutarakan seorang pelajar yang akhirnya memilih menikah dini, SN (17). Dia terpaksa menikah dengan lelaki yang dikenalinya lewat jasa pacar sewaan. Sebelumnya, SN tak tahu jika jasa tersebut membuatnya terjerumus.

“Saya diajak buat jadi pacar sewaan. Dikira cuma jadi teman jalan, tapi malah menjurus gitu. Ya sudah, untung dia mau nikahin,” ungkapnya. Berdasarkan data yang dihimpun, pada 2015 total pasangan yang menikah mencapai 7.378. Dari jumlah itu, 369 pasangan melangsungkan pernikahan dini.

Jika dirata-ratakan dalam jumlah hari, setiap harinya ada seorang siswi setingkat SMP dan SMA yang menikah dengan alasan hamil. Pada 2016 diprediksi terjadi peningkatan sepuluh persen hingga menjadi dua siswi per hari.

Baca:   Malam pertama, suami kaget lihat tato mengerikan di bagian intim istri

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Bogor Euis Hidayat mengatakan, pergaulan bebas remaja tidak hanya meningkatkan jumlah pernikahan dini, tapi juga meningkatkan kasus prostitusi online.

Persoalan ini diakuinya sangat kompleks. Kemudahan akses informasi yang tak disertai pemahaman dan batasan membuat potensi penyalahgunaan media sosial sulit dibendung. “Bahkan anak-anak bisa dengan mudah mengakses konten pornografi melalui akses internet di handphone ataupun warnet,” kata Euis, dilansir dari pojoksatu.id, Rabu (10/8/2016).

Menurutnya, penggunaan teknologi yang tak terkontrol menjadi titik awal dari berbagai tindakan tersebut. Di Kabupaten Bogor sendiri, Euis mengaku belum mendapat laporan mengenai penyedia jasa pacar sewaan. Namun, dirinya tak memungkiri kemungkinan bisnis prostitusi berkedok online mengintai para remaja. “Kami pun kini sedang berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) agar para pelajar tidak terjerat ke dalamnya,” terangnya.

Euis juga meminta orang tua lebih peka dan perhatian kepada anak-anaknya. Sehingga, aktivitas anak di luar rumah bisa terpantau. “Kami dorong lewat program pembinaan anak agar teknologi digunakan dengan baik. Pendidikan agama pun sangat diperlukan untuk meng-counter persoalan ini,” tandas Euis.

Baca:   Video telanjang beredar, Presenter Erin Andrews menangi gugatan Rp 715 miliar

Sebelumnya, beredar informasi jika praktik jasa pacar sewaan juga berkembang di Kampung Cibeureum, Desa Cibatok II, Kecamatan Cibungbulang, Bogor dengan nama Vasha Cipta Mandiri (VCM). Namun, ketika dilakukan penelusuran, praktik tersebut ternyata dilakukan sembunyi-sembunyi.

Kepala Desa Cibatok II Abdurrohim mengaku sudah mendengar informasi tentang praktik jasa pacar sewaan. Namun, ia menegaskan jika bisnis itu ilegal. “Kalaupun itu ada, maka ilegal. Karena kami tak pernah memberi izin usaha ataupun izin domisili,” kata lelaki yang akrab disapa Rohim itu. Rohim mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Cibungbulang untuk menyisir praktik tersebut.

“Jelas ini jadi mengganggu nama baik desa. Makanya, informasi ini akan ditindaklanjuti,” tandas Rohim.

loading...