Waduh! Pokemon Go Dapat Peringatan dari Polisi

APK-POkemon-Go

Pokemon Go benar-benar sudah bikin banyak orang ketagihan. Walau baru dirilis resmi untuk beberapa negara seperti Amerika, Jepang, Australia dan Selandia Baru, namun di berbagai penjuru dunia Pokemon Go sudah bisa dimainkan walau hanya APK. Yang menarik dari game Pokemon Go, walau baru dirilis sudah mendapat peringatan dari pihak berwajib. Bagaimana bisa?
Peringatan tersebut dirilis oleh pihak Northern Territory Police, Fire, and Emergency Services dalam akun Facebook resminya. Ini merupakan lembaga kepolisian wilayah utara Australia, termasuk wilayah Darwin. Lucunya, tampaknya ada satu jenis Pokemon, Sandshrew, yang terletak di kantor polisi Darwin tersebut. Alhasil, banyak pemain yang, mungkin, saking asyiknya bermain tidak sadar memasuki kantor tersebut.

Baca:   Hanya Untuk Berburu Moster Pokemon, Pria Ini Berhenti Bekerja

Jumlah pemain yang masuk tampaknya tidak hanya satu atau dua orang. Pasalnya, pihak kepolisian sampai mengeluarkan pernyataan resmi agar pemain tidak perlu masuk ke kantor untuk menangkap Sandshrew. Tampaknya, polisi sedikit terganggu.

“Bagi mereka, Pokemon Trainer pemula di luar sana yang menggunakan Pokemon Go –sementara Kantor Polisi Darwin mungkin merupakan sebuah Pokestop (tempat menangkap Pokemon), harap diketahui bahwa Anda tidak benar-benar harus melangkah masuk untuk mendapatkan Pokeballs,” tulis pihak polisi. Tidak hanya itu, pihak kepolisian juga meminta para pemain untuk lebih berhati-hati dalam bermain.

Baca:   Heboh! Cewek Ini Bisa Tirukan 63 Suara Karakter Pokemon Go?

“Ini juga merupakan sebuah ide yang baik untuk memalingkan wajah dari ponsel Anda sebelum menyeberang jalan. Sandshrew tidak akan ke mana-mana dalam waktu cepat,” lanjut pihak polisi, sebagaimana dikutip dari KompasTekno, Rabu (13/7/2016). Untungnya, pihak berwenang Australia itu tidak melarang penggunaan game tersebut. “Tetap aman dan tangkap mereka semua!” pungkas pihak polisi.

Pokemon Go sendiri merupakan game buatan Nintendo bekerja sama dengan Niantic, developer di balik game terkenal Ingress. Game tersebut memanfaatkan GPS dan kamera belakang smartphone untuk menangkap Pokemon virtual di berbagai lokasi dunia. Pokemon dihadirkan secara augmented reality.