Wajib tahu, ini ciri-ciri tahi lalat yang berbahaya

tahi-lalat-berbahaya

Tahi lalat merupakan ‘hiasan’ bagi tubuh. Tahi lalat pun bisa tumbuh di semua bagian tubuh, mulai dari wajah hingga bagian tubuh lainnya, bahkan hingga payudara dan itu merupakan hal yang normal. Meskipun merupakan tanda lahir, namun tahi lalat bisa saja berkembang menjadi kanker kulit yang berbahaya. Untuk mengenali tahi lalat yang berbahaya, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Rachel Djuanda memberikan ciri-cirinya.

Baca:   Pria Tertua di Dunia Meninggal Pada Usia 112 Tahun

Ciri-ciri yang dimaksud oleh dokter Rachel Djuanda yakni dapat dilihat dengan rumus A (Asymmetric), B (Border), C (Colour), dan D (Diameter). “Kalau tahi lalat yang tidak berbahaya bentuknya jelas bulat. Kalau yang perlu dicurigai kanker kulit, bentuknya asimetris,” ujar Rachel dalam diskusi media di RS Bunda Jakarta, Jumat (15/1/2016).

Kemudian B atau border merupakan batas tahi lalat. Tahi lalat normalnya memiliki batas yang tegas, sedangkan yang berpotensi kanker tidak, seperti bercak. Dari segi warna, dicurigai kanker kulit jika warna tahi lalat lebih dari satu, misalnya hitam dan kecokelatan. Untuk diameter, tahi lalat yang tidak berbahaya biasanya berukuran kecil dan tidak membesar.

Baca:   Mengerikan! Ini tanda-tanda tahi lalat yang sebabkan kanker

Dokter Spesialis Bedah Onkologi Afrimal Syafarudin menambahkan, perubahan pada tahi lalat perlu diwaspadai. Afrimal juga mengatakan, bahwa tahi lalat bisa muncul sejak kecil maupun saat dewasa. Jadi, tidak perlu khawatir jika tumbuh tahi lalat baru di wajah maupun tubuh. “Curiga kanker itu, misalnya tahi lalat yang tadinya ada rambut, kemudian rontok, lalu berdarah. Itu namanya lesi prakanker,” lanjut Afrimal, dilansir Kompas.

Jika muncul salah satu ciri-ciri tahi lalat yang dicurigai kanker, segeralah periksa ke dokter. Untuk memastikan kanker kulit atau bukan, menurut Afrimal bisa dilakukan biopsi.

loading...