Walau menang Praperadilan, Jessica Kumala Wongso belum lepas dari hukum

jessica-kumala-wongso

Merasa ada yang salah dengan ditetapkannya dirinya sebagai tersangka kasus kematian Wayan Mirna Salihin oleh Polda Metro Jaya, Jessica Kumala Wongso akhirnya menempuh jalur praperadilan. Meski memenangkan sidang praperadilan tersebut, Jessica Kumala Wongso belum bisa bebas dari jeratan hukum. “Tidak dengan sendirinya tuntutan akan hilang, hanya ketika penetapan tersangka tidak sah,” kata Pakar Hukum Pidana Abdul Fikar Hajar saat berbincang dengan Metrotvnews.com, Senin (22/2/2016) malam.

Abdul menjelaskan, gugatan praperadilan adalah menilai proses penyidik kepolisian melakukan upaya paksa seperti penetapan seseorang sebagai tersangka. Selain itu, kata dia, tuntutan praperadilan merupakan koreksi terhadap proses penegakan hukum acara pidana oleh penyidik kepolisian. Menurut dia, hasil praperadilan tidak masuk ke dalam pokok persoalannya atau pokok perkara dalam sebuah kasus. Jika yang dipraperadilkan ialah dalam konteks penetapan terasangka, lanjut dia, yang harus diperiksa di pengadilan adalah alat bukti yang dimiliki penyidik kepolisian.

Baca:   Keluarga Mirna Salihin Tepuk Tangan Saat Pegawai Kafe Olivie Bersaksi

“Jika menang praperadilan maka orang tersebut (Jessica) tidak jadi tersangka lagi. Tetapi bukan berarti dia tidak salah, karena belum masuk pada pokok perkaranya,” jelas dia. Tim kuasa hukum Jessica Kumala Wongso mengambil sikap menempuh jalur praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Pengacara Jessica, Yudi Wibowo Sukinto menilai, bukti untuk menetapkan Jessica sebagai tersangka dan menahannya kurang kuat.

Sidang praperadilan yang diajukan Jessica Kumala Wongso akan digelar pada 23 Februari. Meski Jessica menggugat, polisi tidak berhenti menyelidiki kasus kematian Wayan Mirna Salihin. Polisi optimistis gugatan praperadilan Jessica Kumala Wongso tak dikabulkan majelis hakim. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes M. Iqbal, polisi melalui tim kuasa hukum akan membeberkan fakta sejak penyelidikan hingga menetapkan perempuan 27 tahun itu sebagai tersangka.

Baca:   Ditetapkan sebagai tersangka, Ahli forensik tidak yakin Jesscia pembunuh Wayan Mirna

Iqbal menjelaskan, proses yang dijalani polisi sudah sesuai standar operasional prosedur. Mekanismenya juga sesuai aturan yang berlaku. “Bahwa seluruh upaya paksa yang dilakukan sudah sesuai SOP,” kata Iqbal di Mapolda Metro Jaya. Penyidik, kata Iqbal, juga tak salah saat menetapkan Jessica sebagai tersangka kematian Wayan Mirna Salihin. Mereka sudah mengantongi minimal dua alat bukti untuk menyematkan status tersangka pada Jessica.

Jessica telah ditetapkan sebagai tersangka pembunuh Wayan Mirna Salihin pada Sabtu 30 Januari. Jessica ditangkap polisi di Hotel Neo, di Mangga Dua Square. Jessica disangka melanggar Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang Pembunuhan Berencana dan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan Dengan Sengaja dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati.