Wanita Ini Rela Perawan 79 Tahun demi Cinta Yang Tak direstui

perawan tua

Demi keyakinan yang dianutnya serta cinta pada seorang lelaki di masa mudanya, wanita 79 tahun ini tetap perawan. “Meski hanya dua tahun, atau bahkan satu bulan saya hidup bersamanya, saya akan meninggal sebagai wanita yang bahagia,” ujar Margaret.

Wanita 79 tahun itu tahu benar apa yang diinginkannya dalam merancang pesta pernikahan. Ia tak memikirkan gaun pesta seperti wanita pada umumnya yang melihat katalog atau pergi ke toko bridal. Bagi Margaret rok putih panjang dengan satu rimpel dan atasan biru serta topi untuk menutupi rambutnya yang hitam sudahlah cukup.

“Aku sudah terlalu tua untuk mengenakan gaun pengantin, aku terlalu tua,” ceritanya seperti yang dikutip dari liputan6.com, Selasa (9/8/2016).

Henry, pria idaman Margaret telah dikenalnya sejak 60 tahun lalu. Saat itu keduanya tinggal di Ohio. Wanita yang hampir memasuki kepala delapan itu bertemu Henry ketika usianya 17 tahun, saat itu Henry berusia 23 tahun dan bekerja di pabrik baja.

Baca:   Bupati Cantik Yang Doyan Koleksi Tas-Tas Mewah

“Ibu saya tidak suka dengannya karena dia bukan Katolik,” jelas Margaret.

Prinsip sang ibulah yang membuat Margaret terpaksa menjalin hubungan diam-diam. Berasal dari keluarga miskin membuat kedua keluarganya tak pernah mendukung hubungan Margaret dan Henry yang telah berjalan selama 4 tahun.

Banyaknya tekanan dari keluarga yang mengatakan jika Henry tak bisa memberikan kehidupan yang layak membuat Margareth mundur dan memilih keluarganya.

“Ia mengatakan pada saya bahwa tidak akan pernah melupakan aku,” jelasnya.

Baca:   5 Fakta Selingkuh Yang Belum Kamu Ketahui, Ternyata Diluar Dugaan

Saat itu Margaret sadar jika ia membuat kesalahan besar dalam hidupnya. Perlahan Margareth dan Henry pun mulai menjauh dan tak pernah bertemu lagi.

Dalam hidupnya Margaret hanya menghabiskan waktunya untuk pendidikan dan merawat ibunya. Saat ditanya mengapa ia tak menikah, ia hanya bisa menjawab kalau ia tak pernah memiliki kesempatan untuk menikah.

Setelah sang ibu tiada Margaret akhirnya bertemu kembali dengan Henry. Selama 10 bulan menjalin kasih, pasangan ini pun melangsungkan pernikahan seperti yang didambakan 60 tahun lalu.

Walaupun sudah terpisah sangat lama dan telah memiliki kehidupan masing-masing, keduanya tetap saling mencintai. Setelah bertemu, Margaret dan Henry menyadari bahwa mereka ingin menghabiskan masa tua bersama, dengan pernikahan.