Warga Australia diminta Matikan Galaxy Note 7 Miliknya, Ternyata Hal Berbahaya Ini Alasannya

galaxy-note-7-meledak

Sejumlah Galaxy Note 7 besutan Samsung yang baru saja dirilis dikabarkan meledak saat dicas. Akibatnya, Samsung melakukan recall untuk semua Galaxy Note 7 yang sudah terlanjur masuk pasaran dan berada di tangan pembeli. Sementara itu, Samsung Autralia meminta semua pelanggan untuk mematikan Galaxy Note 7 menyusul ledakan yang terjadi di kamar Hotel di Australia.

Kejadian itu terjadi usai keputusan Samsung Electronics Co Ltd untuk me-recall  Galaxy Note 7. Ledakan itu terjadi Semalam Selasa, (6/9/2016) di kamar hotel di Sydney Australia dan menyebabkan kerusakan pada kamar hotel. Saat itu pemilik Samsung Galaxy Note 7, Tham Hua menjelaskan Note 7 mengeluarkan  api dan asap.

“Saya terbangun ketika mencium bau terpanggang dan melihat, api dan asap yang keluar dari Galaxy Note 7. Aku harus membuangnya ke lantai dan lepaskan kabel, dan memukulnya dengan bantal untuk menghentikan api.” tutur Hua seperti dilansir The Sun, Rabu (7/9/2016)

Baca:   Marak di China, Rentenir Minta Foto Bugil Sebagai Jaminan Utang

Mr Hua mengatakan api  yang keluar dari Samsung Galaxy Note 7 miliknya meninggalkan luka bakar ringan di jarinya, serta kerusakan di tempat tidur kamar hotel.Akibat keruskan ini Hua  ditagih oleh pihak hotel sebanyak $ 1800 untuk kerusakan

Sementara itu, Samsung Electronics Australia Richard Fink mengatakan keamanan dan  kepuasan pelanggan kami adalah prioritas utama Samsung. Oleh karenanya Samsung mengeluarkan pengumuman dan merekomendasikan pengguna untuk mematikan Note 7, mengembalikan mereka ke perusaan dan menggunakan perangkat alternatif .

Baca:   Qantas Airways Larang Pengguna Bawa Galaxy Note 7, Ini Alasannya

“Kami tahu kami Galaxy Note 7 dan warga Australia adalah pelanggan setia kami dan kami mengambil pendekatan proaktif untuk mendukung mereka,” tutur Fink.

Sebelumnya, Samsung diperkirakan menanggung kerugian karena harus merogeh kocek sebesar USD 1 miliar atau sekitar Rp 13,1 triliun. Hal ini merupakan buntut dari keputusan pabrikan smartphone asal Korea Selatan tersebut untuk merecall sekitar 2,5 juta Note 7 yang telah diproduksi.

Perkiraan kerugian itu keluar dari media bisnis Bloomberg. Samsung memang tidak membeberkan secara detail berapa ongkos yang mereka tanggung karena munculnya isu ini. “Saya tidak bisa berkomentar tentang berapa persisnya biayanya, namun memang besar angkanya,” sebut Koh Dong jin, bos divisi smartphone Samsung.