Warga Madura temukan bongkahan batu akik bermotif batik

batuk-akik-motif-batik

Warga Desa Bregeng, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, menemukan bongkahan batu akik dengan nilai ekonomis cukup tinggi. Untuk satu batu akik dengan motif batik dibanderol dengan harga sekitar Rp 500 ribu. Sementara itu, batu akik dengan motif kristal dihargai Rp 300 ribuan perbuah.

Kondisi tersebut membawa berkah tersendiri bagi sang pemilik dan warga sekitar. Sebab, pasca ditemukan bongkahan batu akik banyak warga sekitar yang menjadi pengrajin. Tentunya, bisa mendongkrak roda perekonomian masyarakat desa. Apalagi sekarang peminat batu akik bak jamur di musim penghujan.

Baca:   Model Ini Mampu Mainkan Musik Klasik Dengan Payudaranya

Artinya, banyak masyarakat yang menyukai terhadap batu akik, baik kalangan menengah kebawah maupun keatas. “Untuk batu akik yang bermotif batik harganya Rp 500 ribu. Sementara yang bermotif kristal dipatok Rp300 ribu,” terang Kades Bregeng, Busri Syukur, dikutip dari Okezone.com, Jumat 16/10/2015.

Menurut Busri, harga akik bermotif batik lebih mahal lantaran bagus dan banyak yang berminat. Sedangkan yang bermotif kristal memang kualitas dan motif lebih rendah dibandingkan dengan motif batik, sehingga harganya lebih murah.

Baca:   Keistimewaan batu akik Kebumen yang membuatnya diburu kolektor

“Batu akik bermotif batik memang bagus seperti kain batik yang ada di Tanjungbumi. Awalnya warga menjual batu akik ini berbentuk bongkahan ke Jakarta. Adapun harganya Rp30 ribu per kilogram. Lalu saya sarankan jangan dijual dengan model seperti itu, karena yang akan menikmati hasilnya orang luar,” ucapnya.

Kemudian bongkahan batu tersebut dibentuk menjadi akik untuk dipasang pada cincin. Keuntungannya banyak, di antaranya harga lebih mahal dan warga setempat mempunyai kegiatan untuk membentuk akik.

Baca:   Alasan kenapa batu akik tidak cocok dijadikan barang investasi
loading...