Wartawan Australia Ungkap “Gunung Seks” di Jawa Tengah

gunung kemukus

Sungguh tak disangka dan juga sangat mengejutkan. Ternyata Gunung Kemukus, Sragen, Jawa Tengah sudah lama dijaikan tempat mesum berjemaah. Hal itu diungkapkan oleh seorang wartawan asal Australia, Patrick Abboud. Dalam laporannya yang disiarkan acara “Dateline” Stasiun Televisi SBS, dia mengungkap fakta bahwa di situs dianggap mistis tersebut, para peziarah kerap menjalankan pesta seks terselubung.

Bahkan bagi orang Barat yang cukup liberal, praktik ritual di Gunung Kemukus amat mengejutkan. Ribuan orang asing dari pelbagai provinsi, berkumpul di lokasi perbukitan itu pada malam satu suro, lalu menggelar hubungan intim dengan orang asing tujuh kali berturut-turut, setiap Jumat Pon atau Jumat Kliwon.

Baca:   Lewat Akun Twitter, Petinggi ISIS Ancam Hancurkan Mekkah

“Cerita ini sangat aneh dan mengejutkan. Beberapa tahun yang lalu saya membaca sebuah artikel tentang hal itu dan butuh waktu untuk benar-benar memeriksa kebenarannya,” kata Abboud, dikutip dari Merdeka.com.

Mayoritas para pelaku ritual seks itu adalah orang yang ingin memperoleh ilmu penglaris. Abboud berhasil mewawancarai, bahkan merekam puluhan orang yang tak malu-malu mengakui mereka berhubungan badan dengan orang asing demi mendapat kekayaan lewat jalan mistis. Mulai dari PNS, ibu rumah tangga, hingga pengusaha swasta, semua bersatu padu dalam seks di tempat terpencil itu.

Baca:   Heboh, Pernikahan Suryo dan Jessica berhadiah mobil bagi tamu

“Yang lebih mengejutkan lagi, adalah betapa banyaknya orang terlibat. Dalam malam paling sibuk (saat satu suro), bisa 8.000 orang menggelar pesta seks berbarengan,” ujarnya. Lokasi yang disebut oleh Abboud adalah kompleks makam Pangeran Samudro, 300 meter di atas permukaan laut, dan untuk ke sana harus melalui tangga terjal.

Tradisi pesta seks ini konon berasal dari abad ke-16. Sang pangeran yang namanya diabadikan itu berselingkuh dengan selir raja alias ibu tirinya, sehingga dibunuh. Uniknya, tradisi masyarakat setempat mempercayai bila kita meniru perilaku memalukan itu, maka keberuntungan akan menaungi.