Waspada, foto Hoax bentrokan warga dengan Satpol PP di Kampung Pulo beredar

foto-hoax-kampung-pulo

Selalu waspada dan mawas diri serta jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas asal usulnya. Baru-baru ini tersebar sebuah foto yang terkait dengan relokasi Kampung Pulo, Jakarta Timur. Dalam foto itu terlihat anggota Satpol PP melakukan kekerasan terhadap warga yang melakukan perlawanan saat terjadi penggusuran. Foto tersebut diunggah oleh akun @MustopaNahra dan menyebut bahwa darah warga miskin ditumpahkan oleh aparat.

“Apakah darah ini akibat perilaku PKI? BUKAN. Ini darah rakyat miskin yg ditumpahkan aparat di kampung pulo,” demikian seperti dikutip Merdeka dari akun @MustopaNahra, Sabtu 22 Agustus 2015. Sayangnya, foto yang diunggah oleh @MustopaNahra sepertinya bertujuan untuk memecah belah. Karena ternyata bahwa foto tersebut adalah foto peristiwa tahun 2010, ketika itu terjadi penggusuran makam Mbak Priok, Jakarta Utara.

Dalam foto tersebut memperlihatkan seorang anak dibawah umur menjadi bulan-bulanan Satpol PP hingga berdarah. Dalam bentrok tersebut, tiga anggota Satpol PP meninggal dan puluhan warga mengalami luka-luka.

Perlawanan Terhadap Ahok

Jika foto hoax diatas merupakan salah satu bentuk perlawanan terhadap Ahok melalui dunia maya, maka beda lagi dengan organsisai masyarakat berikut ini. Demi melawan Ahok, sejumlah organisasi mendeklarasikan berdirinya gerakan ‘Lawan Ahok’ pada Sabtu 22 Agustus 2015. Mereka mengaku merasa jengah atas aksi Ahok menggusur warga Kampung Pulo.

Baca:   Ngobrol di grup WhatsApp, Jessica tiba-tiba tanya klinik di Grand Indonesia

“Puncaknya tentu saja saat peristiwa kekerasan terhadap warga Kampung Pulo hari Kamis kemarin,” kata juru bicara Lawan Ahok, Andi Sinulingga, dalam acara yang digelar di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, dilansir Kompas. Andi yakin selama ini banyak warga Jakarta yang tidak setuju dengan cara kepemimpinan Ahok, tetapi takut untuk bersuara. Karena itu, ia mengajak orang-orang tersebut untuk bergabung dengan mereka agar bersama-sama melakukan perlawanan terhadap Ahok.

“Kalau ada yang menyatakan diri ‘Teman Ahok’, kami sepakat harus ada yang lawan Ahok supaya yang selama ini diam tidak perlu takut lagi,” ujar dia. Menurut Andi, selama memimpin Jakarta, tidak ada hal positif dari Ahok yang bisa ditiru oleh masyarakat. Dia justru menilai banyak masyarakat telah terjerumus pada logika-logika sesat yang dibangun oleh Ahok yang sebenarnya tidak sesuai dengan adat ketimuran.

Baca:   Sudah Mengkritik, Namun Faisal Basri Sebut KTP-nya Buat Ahok

“Kata-kata kotor yang diucapkan Ahok jadi dianggap sebuah kewajaran. Hal-hal seperti itulah yang harus kita lawan,” ucap Andi. Andi kemudian mencontohkan saat Ahok melontarkan kata-kata kasar yang ditujukan kepada anggota DPRD dalam sebuah wawancara di televisi, terakhir saat dia melontarkan hal serupa kepada sejarawan JJ Rizal.

“Tapi, dia yang mulutnya kotor itu suka menganggap dirinya lebih baik dari pemimpin-pemimpin sebelumnya yang dia nilai korup. Tidak boleh kita membangun opini yang menyatakan seseorang korup. Padahal, tidak pernah ada proses hukum ataupun fakta pengadilan yang menyatakan orang itu korup,” ujar Andi.

Sejumlah organisasi yang disebut ikut dalam deklarasi gerakan tersebut ialah Himpunan Mahasiswa Islam, Relawan Pejuang Kesehatan, Perhimpunan Magister Hukum Indonesia, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, dan Pemuda Gerindra. Gerakan Lawan Ahok sendiri diketuai Tegar Putuhena yang merupakan Wakil Sekjen PB HMI.