Wow! Foto kentang laku terjual Rp 14 miliar, keistimewaannya apa?

foto-kentang

Terkadang hal-hal yang dianggap tidak bernilai, bisa menjadi bernilai tinggi di mata orang lain. Sama seperti sebuah foto kentang yang bagi sebagian orang itu hanya foto biasa. Namun, foto kentang milik seorang fotografer ternama asal Irlandia, Kevin Abosch ini justru berhasil terjual seharga 750 poundsterling atau setara Rp 14 miliar. Foto ‘tidak bernilai’ itu berhasil dibeli oleh seorang pengusaha asal Paris, Prancis, beberapa waktu lalu.

Bagi Abosch, itu merupakan foto termahal yang pernah ia jual. Lalu apa istimewanya foto sebuah kentang hingga dibeli dengan harga fantastis? Foto kentang tersebut memang terlihat biasa saja. Namun bagi si pembeli, foto kentang itu sangat bermakna dan luar biasa. Foto kentang tersebut berlatar belakang warna hitam atau disebut sebagai ‘iconic black backdrop.’ Itu merupakan simbol status di antara pelaku bisnis dan kalangan elit.

Baca:   Demo 212 Ternyata diikuti Juga Oleh Wiro Sableng, Seperti Ini Penampakannya Yang Bikin Heboh

Foto kentang berjudul “Potato #345 (2010)” tersebut memiliki tiga bentuk cetak. Satu untuk koleksi pribadi Abosch, kedua disumbangkan ke museum seni di Serbia, dan ketiga dibeli pengusaha asal Paris Prancis. Abosch menceritakan, foto berukuran 162 x 162 cm itu ditawar pengusaha Eropa ketika dia mampir ke studio Abosch di Paris. Sang pengusaha langsung terpikat saat melihat foto kentang tersebut.

Baca:   Video Bugil Kathy Griffin Lakukan Ice Bucket Challenge Heboh di YouTube

“Kami sedang menikmati dua gelas wine, lalu ia mengatakan ‘aku sangat menyukai itu’. Dua gelas lagi, lalu ia mengatakan, ‘aku sangat menginginkan foto itu’. Lalu kami menentukan harga dua minggu kemudian,” ujar Abosch, seperti dikutif dari nextshark. Ketika menentukan harga, Abosch menyebut 1 juta dollar dan si pembeli tidak menawar lagi. Abosch pun mengaku heran karena si tidak melakukan penawaran.

Abosch memang dikenal sebagai fotografer hebat. Padahal, fotografer berusia 47 tahun itu hanya belajar otodidak dan tidak menghabiskan banyak waktu dalam setiap sesi foto. Bahkan, Abosch terkadang hanya mengambil dua foto pada setiap momen.