Wow! Posisi Manusia Sebagai PSK Terancam Robot Android, Apa Enaknya ya?

robot-seks

Bercinta dengan robot cantik atau genteng? Terdengar aneh dan mirip cerita dalam film-film? Sepertinya tidak juga. Dengan semakin majunya teknologi, berhubungan seks dengan sepertinya bukan hal yang mustahil. Menurut John Danaher, seorang profesor hukum di National University, Irlandia, mengatakan bahwa seks dengan robot bisa menggeser peran rumah bordil atau PSK. Apakah Anda yakin dengan pendapat tersebut?

Selain itu, seperti dikutip dari liputan6.com pada Kamis (25/8/2016), robot malah bisa membawa beberapa manfaat kesehatan bagi para ‘pelanggan’. Danaher pernah melakukan penelitian tentang kecerdasan buatan. Menurutnya, “Cyborg dapat memenuhi keinginan keragaman seksual, kebebasan dari batasan dan komplikasi, serta ketakutan akan keberhasilan seksual.”

“Teknologi bisa menjadi lebih baik dalam mengembangkan ikatan emosional dengan klien mereka. Mereka tidak perlu berpura-pura puas seperti halnya pada pekerja seksual komersial (PSK).”

Lebih jauh lagi, Danaher mengatakan bahwa praktik dengan robot bahkan bisa menghapus perbudakan dan perdagangan seksual karena robot akan menjadi lebih murah dibandingkan PSK. Menurutnya, penggunaan robot bisa juga mengurangi risiko penyebaran penyakit menular seksual (PMS). Gagasan ini memang masih pada tahap awal.

Baca:   Oh MG...Game COC (Clash of Clans) akan tutup server 29 Februari 2016?

Tempat-tempat ‘seru’ seperti kawasan lampu merah di Amsterdam atau Thailand diduga menjadi tempat pertama penggunaan robot seks di rumah-rumah bordil di sana. Pada awal tahun ini, Ian Yeoman, seorang ilmuwan spesialis futurologi, dan Michelle Mars, ahli seksologi di University of Wellington, bersama-sama menulis makalah berjudul “Robots, Men and Sex Tourism.”

Mereka berdua berpendapat bahwa, sebelum 2050, tempat-tempat khusus dewasa di Amsterdam akan mempekerjakan android yang mereka sebut Yub Yum. Menurut mereka, klub di masa depan itu mencakup robot dari beragam ‘etnis’, bentuk tubuh, usia, bahasa, dan keahlian seksual. Tapi, yang paling populer adalah “Irina”, yaitu suatu android Rusia berpostur semampai dengan rambut yang pirang. Ia menjadi kegemaran para pria pebisnis Timur Tengah.

Yeoman mengatakan bahwa robot-robot itu akan “membantu industri seks meniadakan semua masalah kesehatan dan perdagangan manusia, lalu manusia pekerja seks akan berhenti karena tidak bisa bersaing menurut harga dan mutu layanan.” Yeoman melanjutkan, “Para wisatawan yang menggunakan layanan Yub Yum dijamin mendapatkan pengalaman mengesankan dan mendebarkan, karena semua android diprogram untuk memberikan setiap layanan dan memuaskan segala jenis keinginan.”

Baca:   Kelly, Robot Cantik 'Penakluk' Pria dari Asia

Semua android terbuat dari bahan serat yang tahan bakteri dan dibilas bersih dari semua cairan manusia, sehingga menjamin tak ada PMS berpindah antar pelanggan.” Tapi tidak semua orang sepakat bahwa boneka robot seks menjadi bagian masa depan. Kathleen Richardson, seorang peneliti senior di De Montfort University di Leicester, Inggris, berpendapat bahwa robot seks harus dilarang dan tidak boleh beroperasi.

Kata wanita itu kepada The Sun, “Robot seks sepertinya menjadi fokus yang berkembang dalam industri robot dan model yang mereka ajukan, seperti tampilan dan peran yang dimainkan, sungguh mengkhawatirkan.” “Kita melihat bahwa penciptaan robot itu ikut andil dalam ambruknya hubungan antara pria dan wanita, orangtua dan anak, pria dengan pria, dan wanita dengan wanita.”