Wow! Wanita Seksi Penjual Pinang di Taiwan Bikin Heboh, Gajinya Rp 10 Juta Per Bulan?

penjual-buah-pinang

Anda tahu tentang buah pinang? Jika Anda beranggapan bahwa buah pinang dijual di supermarket, Anda salah. Di Taiwan, kebanyakan buah pinang dijual oleh agen penjual unik dan terpisah. Buah pinang adalah makanan kecil yang banyak disukai oleh orang Taiwan, khususnya pria dewasa. Di Taiwan sendiri, Anda mungkin akan heran dengan deretan toko yang hanya menjual buah pinang sebagai produk utamanya.

Toko ini rata-rata terlihat mencolok dengan hiasan lampu neon berwarna-warni.
Toko pinang juga biasanya hanyalah sebuah ruangan kecil yang diisi satu atau dua orang. Tampilan ruangan dalamnya pun sengaja dicat kontras sehingga menarik perhatian. Dan ada satu hal lagi yang menarik dari deretan toko ini. Bukan dengan pinang atau dengan cara penyajiannya, tapi siapa yang menjadi pegawainya.

Di Taiwan, toko buah pinang dijaga oleh wanita cantik. Tak hanya cantik, wanita penjual pinang ini entah sejak kapan selalu berpakaian minim. Perempuan ini akan berdandan cantik, dan memakai sepatu berhak tinggi. Mereka juga tak jarang menjajakan buah pinang mereka di pinggir jalan. Sedari pagi, mereka sudah menyiapkan tumpukan buah pinang untuk dikemas satu per satu.

Baca:   Wow! Kondom Ini Dikemas Dengan Unik dan Cantik

Mereka juga sudah mempunyai pelanggan masing-masing. Biasanya yang membeli pinang ini adalah seorang supir bus atau truk yang melakukan perjalanan panjang. Buah pinang bersifat seperti kopi, karena mengandung nikotin, alkohol, dan kafein. Dengan mengonsumsinya, mereka akan selalu terjaga dan tidak mengantuk. Buah pinang bahkan setara dengan 6 gelas kopi.

Di Taiwan sendiri, toko pinang seperti ini telah ada hampir 60.000 buah. Orang-orang memang masih tidak mengerti mengapa wanita tersebut memakai pakaian yang minim. Malahan, banyak yang mengira jika wanita-wanita itu sebenarnya adalah wanita tunasusila. Namun ternyata, keadaannya tidak seperti itu. Mereka sengaja berpakaian demikian untuk menarik perhatian para pelanggan yang kebanyakan laki-laki.

penjual-buah-pinang1

Mereka juga rata-rata berasal dari kalangan menengah ke bawah yang tingkat pendidikannya tidak terlalu tinggi. Gaji mereka menjual pinang lebih besar daripada harus menjadi seorang Pembantu Rumah Tangga (PRT). Perempuan-perempuan ini biasanya mendapat upah sebanyak Rp 10.000.000 setiap bulannya. Penampilan dengan pakaian minim ini menjadi populer di tahun 90-an karena saat itu persaingan penjualan buah pinang sangat ketat.

Baca:   Meme Dimas Kanjeng 'Mau Saya Gandakan atau Saya Jandain' dijamin Bikin Terpingkal-Pingkal

Konsumsi pinang pada tahun-tahun tersebut pun sangat tinggi. Namun semakin kesini, sudah banyak orang yang tidak tertarik lagi dengan buah pinang. Sebab pinang adalah penyebab dari 80% kasus kanker mulut di Taiwan. Selain itu, penjualan pinang dengan wanita berpakaian minim ini dianggap dapat merusak moral bangsa, sebagaimana dilansir tribunnews.com.

Perempuan penjual pinang ini bahkan sempat dilarang berjualan pada tahun 2007. Namun tak lama kemudian kegiatan jual beli ini diberlakukan lagi dengan aturan ketat dalam berpakaian. Sebenarnya, harga pinang ini termasuk murah, rata-rata harga sepuluh buahnya hanya Rp 26.000 rupiah. Perempuan-perempuan penjual pinang ini menganggap cercaan orang dan peraturan pemerintah adalah salah satu tantangan pekerjaan mereka.

Sampai sekarang, mereka masih dianggap sebelah mata oleh masyarakat Taiwan.