Yusril Sebut Negara Tidak Punya Tanah, Fadjroel: Saya juga mau tinggal di Monas Karena Bukan Tanah Negara

Yusril

Pengamat politik Fadjroel Rachman menyindir salah satu bakal calon gubernur DKI Jakarta Yusril Ihza Mahendra melalui akun Twitter pribadinya. Sindiran Fadjroel tersebut ditulisnya untuk menanggapi pernyataan Yusril beberapa waktu lalu yang menyebut tidak ada kepemilikan tanah oleh negara. Kicauan sindiran yang ditulis Fadjroel berisi ajakan agar warga ramai-ramai menduduki lahan kawasan Monas.

“Send ah ke om @Yusrilihza_Mhd hihi saya juga mau tinggal di Monas karena bukan tanah negara, eh di Kampung Pulo 🙂 https://t.co/s8TsY38NtR,” tulis Fadjroel lewat akun Twitter-nya, @fadjroeL, pada Rabu (4/5/2016).

Selain menulis tweet-nya sendiri, Fadjroel juga me-retweet kicauan-kicauan dari akun-akun lain berisi hal yang sama, seperti kicauan dari akun @besmartyk yang berbunyi, “Ayo tinggal di monas rame2. Kalo ditangkap tuntut @Yusrilihza_Mhd . tdk ada tanah negara. @basuki_btp @fadjroeL https://t.co/M6uq1IMBHg.”

Baca:   10 Tahun Terkubur, Jasad Mak Erot Masih Utuh, Ini Buktinya...

Ada pula kicauan dari akun @hilaz_28, “@besmartyk @fadjroeL @Yusrilihza_Mhd @basuki_btp ayo kita bikin rumah deket Istana merdeka!” Sementara itu, pengguna akun @AdutSuradut1 menulis, “Wah ko begitu ya, jd boleh dong tinggal di bantaran sungai, bantaran rel KA, tp knp pedagang2 pd digusur 🙂 @fadjroeL @Yusrilihza_Mhd”.

Sebelumnya, Yusril menyindir Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang kerap menyatakan status tanah negara untuk suatu wilayah yang hendak ditertibkan. Dia juga menyindir Menteri Agraria dan Tata Ruang sekaligus Kepala Badan Pertanahan Nasional Ferry Mursyidan Baldan soal klaim “tanah negara” tersebut.

Baca:   Daftar 50 Pemimpin Terbaik Dunia, Walikota Surabaya Tris Rismaharani Nomor Urut 24

Ferry diketahui pernah memberi pernyataan beberapa waktu lalu bahwa tanah di Luar Batang adalah tanah negara. Menurut Yusril, negara tidak memiliki tanah, tetapi hanya menguasai, demikian dikutip dari Kompas.com, Rabu (4/5/2016). Ia menilai, baik mereka yang tergolong perorangan, pemerintah, maupun swasta punya cara yang sama untuk memperoleh tanah.

“Lalu bagaimana Pak Ahok bilang itu tanah milik negara. Kapan negara punya tanah? Capek saya belajar hukum, belum pernah tahu negara itu punya tanah,” ujar Yusril saat berbicara di hadapan puluhan warga Bidaracina dalam undangan syukuran kemenangan warga di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait masalah sodetan Ciliwung-KBT, Selasa (3/5/2016).